BM 400 Cibubur — Hari Rabu, 30 April 2025 jam 08.00 WIB menjadi momentum penuh makna bagi Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur. Dalam suasana senyap yang syahdu, lantunan adzan menggema dari enam titik di gedung baru Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur oleh guru-guru Agama Islam sekolah tersebut. Suara panggilan suci itu menandai satu fase penting dalam penyempurnaan pembangunan gedung, menyongsong grand opening yang akan digelar pada Sabtu, 24 Mei 2025 oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed.
Adzan dikumandangkan secara serentak dari enam titik strategis — masing-masing dua titik di setiap lantai — seluruhnya menghadap kiblat. Ia bukan sekadar simbol religius, tetapi juga ikhtiar batin agar bangunan yang berdiri megah ini dipenuhi keberkahan dan menjadi cahaya pendidikan bagi generasi masa depan.
Kegiatan ini diawali dengan pengarahan sekaligus pelaksana adzan di lantai dasar yaitu Prof. Dr. Asep Syarifudin Hidayat, S.H., M.H., Guru Besar Hukum Islam UIN Syarif Hidayatullah. Dalam sambutan singkatnya, Prof. Asep menyampaikan pesan yang menggugah hati. “Adzan ini adalah doa yang dikumandangkan. Kita memohon agar sekolah ini menjadi tempat bersemainya akal, budi, dan iman. Semoga setiap langkah para guru, siswa, dan semua yang hadir di sini diberi kemudahan dan keberkahan dalam setiap kegiatannya,” ujarnya penuh haru.
Gedung Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur memang dirancang sebagi tempat belajar, sekaligus rumah pembentukan karakter, wadah kolaborasi, dan benteng nilai-nilai kebangsaan serta keislaman. Dalam semangat yang dibangun sejak awal pendiriannya, BM 400 Cibubur hadir sebagai institusi pendidikan Islam modern yang mengintegrasikan nilai spiritualitas, nasionalisme, dan kemajuan ilmu pengetahuan.
Deputy Ketua Pelaksana Harian BM 400, Hadi Suwarno, M.Pd., yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa momentum adzan perdana dari gedung sekolah ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga representasi dari niat besar dan cita luhur. “Kami ingin setiap elemen bangunan ini menjadi saksi tumbuhnya generasi yang cerdas, tangguh, dan bertakwa,” katanya.
Kegiatan ini juga menjadi pengantar menuju prosesi Grand Launching yang akan dilaksanakan dalam beberapa pekan ke depan. Dalam acara tersebut, selain peresmian oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, juga akan disampaikan kuliah kebangsaan oleh Gubernur Lemhannas RI, Dr. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., serta penampilan siswa dan pemaparan konsep pendidikan yang diusung BM 400 Cibubur.
Dalam gema adzan yang bergulung tenang ke langit Cibubur, sebuah harapan diam-diam disematkan: semoga sekolah ini menjadi mata air peradaban yang memuliakan ilmu dan manusia, sebagaimana azan adalah panggilan luhur menuju cahaya.
Jakarta. Sebagai bagian dari komitmen menciptakan ekosistem pendidikan unggul yang adaptif, profesional, dan kolaboratif, Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur menyelenggarakan Program Induksi Guru untuk tahun pelajaran 2026/2027. Program ini mengusung tema besar: “Empowering Educator: Cultivation Integrity, Innovation, and Collaboration for Holistic Learning” dan berlangsung selama dua bulan penuh, dimulai dari tanggal 5 Mei hingga 5 Juli 2025.
Sebanyak 31 guru baru mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka terdiri atas 16 guru yang mengajar di jenjang Kindergarten and Primary Year Programme serta 15 guru di Junior and Senior High School. Program ini bertujuan untuk membekali para pendidik baru dengan pemahaman yang mendalam tentang budaya kerja, nilai-nilai, serta sistem pendidikan yang dikembangkan di Bakti Mulya 400 Cibubur.
Deputy Ketua Pelaksana Harian Bakti Mulya 400 Cibubur, Hadi Suwarno, M.Pd., dalam sambutan saat pengarahan guru (Jumat, 2 Mei 2025) menyampaikan bahwa program induksi ini merupakan langkah strategis dalam menciptakan guru-guru yang siap berkontribusi secara maksimal dalam proses pembelajaran.
“Tujuan dari program induksi ini sangat jelas dan terukur. Kita ingin mempercepat proses adaptasi para guru baru terhadap lingkungan kerja dan budaya sekolah. Selain itu, program ini juga dirancang untuk meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik, membangun integritas serta etika profesi, memperkuat kolaborasi profesional, menghasilkan rancangan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang digunakan, dan menjadi jembatan menuju profesionalisme yang berkelanjutan,” terang Hadi Suwarno.
Program induksi ini dikemas secara sistematis dan mendalam. Para peserta diberikan berbagai materi penting yang mencakup visi dan misi sekolah, sejarah dan struktur organisasi yayasan, Mars BM 400 sebagai simbol semangat kolektif, peraturan kepegawaian, kebijakan sarana dan prasarana, serta panduan dan praktik baik terkait dengan pembelajaran dan keguruan.
Materi-materi tersebut disampaikan oleh para pemimpin dan praktisi pendidikan berpengalaman dari lingkungan BM 400. Penyampaian dilakukan melalui metode interaktif seperti diskusi kelompok, studi kasus, simulasi pembelajaran, serta refleksi bersama.
Dalam sesi pembukaan resmi program induksi (Senin, 5 Mei 2025) , Ketua Pelaksana Harian Yayasan Bakti Mulya 400, Dr. Sutrisno Muslimin, M.Si., menegaskan kembali pentingnya membangun lembaga pendidikan Islam yang modern dan efektif. Beliau menekankan bahwa keberhasilan pendidikan di masa depan akan sangat tergantung pada kesiapan guru untuk memahami pendidikan secara menyeluruh dan mendalam.
“Kita tidak bisa lagi menjalankan lembaga pendidikan hanya dengan rutinitas administratif atau pembelajaran standar. Yang kita butuhkan hari ini adalah effective Islamic school, yaitu lembaga yang mampu memberikan layanan optimal kepada seluruh siswa dengan berbagai perbedaan bakat, minat, dan kebutuhan belajar. Lembaga yang mampu mengembangkan kapabilitas siswa secara signifikan sehingga menjadi aktualisasi diri yang membanggakan, dan yang mampu membangun karakter kepribadian siswa yang kuat, kokoh, dan mantap,” ujar Dr. Sutrisno dalam pembukaannya.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa guru di lingkungan BM 400 harus menjadi agen perubahan yang mampu menjembatani antara nilai-nilai keislaman dan tantangan pendidikan global. Guru diharapkan menjadi figur yang tak hanya menguasai bidang akademis, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial, kepedulian terhadap perkembangan karakter siswa, serta kemampuan untuk menjadi mentor dan konselor sejati.
“Guru adalah penggerak utama roda pendidikan. Mereka tidak hanya berperan sebagai pengajar, tapi juga sebagai pembina moral, pengarah peradaban, dan penjaga nilai. Oleh karena itu, saya berharap setiap guru BM 400 bisa menjadi guru agama, guru PPKn, guru BK, dan guru olahraga sekaligus dalam arti filosofis. Guru yang utuh dalam membimbing anak-anak kita,” imbuhnya.
Selama program berlangsung, suasana interaksi dan semangat belajar tampak begitu kuat. Para guru baru diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi, berbagi pengalaman, serta mendalami nilai-nilai yang menjadi fondasi Bakti Mulya 400. Tak hanya itu, program ini juga menjadi sarana membangun solidaritas antar guru dari berbagai jenjang, memperkuat semangat satu keluarga dalam satu visi pendidikan.
Beberapa sesi yang menarik perhatian peserta antara lain pelatihan perencanaan pembelajaran berbasis kurikulum, praktik manajemen kelas inklusif, serta diskusi mendalam tentang integritas dan etika profesi guru. Selain itu, peserta juga diajak untuk mengenali lebih dalam berbagai kebijakan dan budaya kerja di lingkungan sekolah, termasuk nilai-nilai spiritualitas, tanggung jawab sosial, dan pengembangan diri berkelanjutan.
Antusiasme para peserta semakin tinggi ketika mereka menyadari bahwa program ini bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang pembentukan sikap dan karakter pendidik sejati. Banyak dari mereka menyatakan bahwa program ini memberikan energi baru dan perspektif yang luas tentang bagaimana menjadi guru yang berdampak.
“Saya merasa mendapatkan banyak hal yang tidak saya temukan sebelumnya. Mulai dari pemahaman nilai sekolah, filosofi pendidikan, sampai praktik langsung di kelas. Ini sangat membantu saya untuk lebih percaya diri dalam mengajar dan menjadi bagian dari komunitas BM 400,” ungkap Adi Sayono salah satu peserta dari Junior and Senior High School.
Program Induksi Guru 2025 ini sekaligus menjadi refleksi kuat bahwa Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur tidak hanya menyiapkan guru sebagai pelaksana kurikulum, tetapi juga sebagai pelopor transformasi pendidikan. Pendidikan yang berakar kuat pada nilai keislaman dan keindonesiaan, namun mampu melesat menjawab tantangan globalisasi dan era digital.
Dengan berakhirnya program ini pada bulan Juli, diharapkan para peserta dapat segera berperan aktif di kelas masing-masing, membawa semangat baru, wawasan yang luas, serta komitmen tinggi untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna bagi seluruh siswa.
Jakarta, 2 Mei 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2025, Sekolah Bakti Mulya 400 menyelenggarakan refleksi pendidikan yang dipusatkan di Aula SD Bakti Mulya 400 Pondok Indah, Jakarta, pada Jumat, 2 Mei 2025. Acara ini diikuti oleh seluruh guru SD Bakti Mulya 400, serta para pimpinan sekolah dari unit-unit di Jakarta dan Bakti Mulya 400 Cibubur.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri Dr. Sutrisno Muslimin, M.Si., Ketua Pelaksana Harian Yayasan Bakti Mulya 400 (YBKSP), yang memberikan amanat utama bertema: “Pendidikan: Mencerdaskan dan Memajukan.”
Dalam amanatnya, Dr. Sutrisno menegaskan bahwa hakikat pendidikan bukan semata-mata persoalan akademik atau administratif, melainkan sebagai proses peradaban yang membangun akhlak mulia, kepribadian luhur, dan daya pikir merdeka. Ia menggarisbawahi bahwa pendidikan adalah skala prioritas bangsa untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang kuat sebagai pilar masa depan Indonesia.
“Pendidikan harus dimaknai sebagai proses membentuk manusia seutuhnya — akalnya, hatinya, dan tindakannya. Maka dari itu, guru bukan hanya pengajar, tapi juga pembimbing moral, mentor jiwa, dan agen peradaban,” tutur Dr. Sutrisno dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa di tengah dinamika zaman yang berubah cepat, guru harus menjadi agen pembelajaran yang adaptif dan reflektif, sekaligus mentor dan konselor bagi peserta didik. Hal ini menuntut guru tidak hanya menguasai kompetensi akademik, tetapi juga memiliki pemahaman pendidikan yang menyeluruh (kaffah).
Dalam pandangannya, guru ideal bukan hanya spesialis dalam satu bidang, melainkan figur utuh yang mampu mewakili nilai-nilai agama, budi pekerti, cinta tanah air, dan kesehatan jiwa-raga. Oleh sebab itu, Dr. Sutrisno menyampaikan harapannya:
“Saya berharap setiap guru Bakti Mulya 400 adalah sekaligus guru Agama, BK, PPKN, dan Olahraga. Inilah esensi pendidikan holistik — mendidik akal, membina jiwa, dan menggerakkan tubuh.”
Dalam suasana peringatan Hari Pendidikan Nasional yang mengambil semangat dari filosofi Ki Hadjar Dewantara, acara ini juga menjadi refleksi bersama bahwa pendidikan bukan milik sekolah semata, melainkan tanggung jawab kolektif semua pihak — guru, orang tua, yayasan, dan masyarakat.
Acara peringatan ini juga diisi dengan doa bersama, refleksi profesi guru, dan komitmen bersama untuk meningkatkan mutu pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tapi juga pada proses, karakter, dan kasih sayang.
Bakti Mulya 400 yang dikenal sebagai institusi pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral, nasionalisme, dan pengembangan karakter, terus berkomitmen menjadikan Hari Pendidikan Nasional sebagai momentum penyalaan semangat mendidik secara lebih mendalam, berwawasan luas, dan berbasis nilai.
Jakarta, 17 April 2025 – Dalam rangka mempersiapkan peluncuran resmi unit sekolah baru Bakti Mulya 400 Cibubur, telah dilaksanakan pertemuan strategis antara jajaran pengurus Yayasan Bakti Mulya 400 dengan pimpinan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI). Pertemuan ini berlangsung dalam suasana penuh semangat kolaborasi dan visi bersama akan pentingnya pendidikan karakter bagi generasi muda Indonesia pada Rabu (16/4/25)
Pertemuan yang digelar di Kantor Gubernur Lemhannas RI, Jalan Medan Merdeka Selatan dihadiri oleh Ketua Pengurus Yayasan Bakti Mulya 400, Ir. Anna Rosita Subagdja, beserta jajaran anggota dewan pengurus. Hadir pula Ketua Pelaksana Harian Yayasan, Dr. Sutrisno Muslimin, M.Si, bersama para deputinya. Dari pihak Lemhannas RI, audiensi dihadiri oleh Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si, didampingi oleh jajaran pimpinan Lemhannas lainnya.
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara lembaga pendidikan dan institusi negara dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan serta memperkuat pilar karakter bangsa melalui jalur pendidikan formal.
Pada pertemuan tersebut, disampaikan bahwa Grand Launching Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur akan diselenggarakan pada Sabtu, 24 Mei 2025. Sekolah ini merupakan ekspansi strategis dari Sekolah Bakti Mulya 400 yang telah dikenal luas sebagai lembaga pendidikan berbasis karakter, nasionalisme, dan spiritualitas. Kehadiran unit baru di kawasan Cibubur merupakan upaya Yayasan untuk menjangkau lebih banyak peserta didik dan menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang menyeluruh.
Sebagai bagian dari acara grand launching, direncanakan bahwa Dr. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si, akan hadir secara langsung untuk menyampaikan Kuliah Kebangsaan yang menjadi bagian utama dari peresmian sekolah tersebut.
Pendidikan Karakter dan Nasionalisme: Pilar Membangun Bangsa
Dalam sambutannya pada pertemuan tersebut, Gubernur Lemhannas RI, Dr. TB. Ace Hasan Syadzily, menekankan pentingnya integrasi antara pendidikan karakter dan nasionalisme dalam sistem pendidikan nasional. Ia menyampaikan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kualitas intelektual semata, tetapi juga oleh kekuatan moral, integritas, dan rasa cinta tanah air yang tertanam sejak dini.
“Nasionalisme Indonesia tidak boleh luntur. Pendidikan karakter harus dirancang untuk membentuk manusia Indonesia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki hati nurani, budi pekerti luhur, dan komitmen kebangsaan. Agama merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter tersebut, namun agama juga harus berjalan seiring dengan cinta tanah air. Inilah keseimbangan yang menjadi bekal utama dalam memajukan bangsa,” ungkapnya.
Dalam Kuliah Kebangsaan yang akan disampaikannya pada saat grand launching nanti, Dr. Ace Hasan Syadzily akan mengangkat tema seputar penguatan identitas kebangsaan di era globalisasi, serta peran lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, toleransi, dan tanggung jawab sosial kepada generasi muda.
Kolaborasi Strategis: Pelatihan Guru Bakti Mulya 400 Cibubur
Pertemuan ini juga menghasilkan kesepakatan penting, yakni kerja sama antara Lemhannas RI dan Yayasan Bakti Mulya 400 dalam penyelenggaraan program pelatihan guru, khususnya bagi para tenaga pendidik yang akan bertugas di Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur.
Kerja sama ini bertujuan untuk membekali para guru dengan pemahaman yang kuat mengenai wawasan kebangsaan, nilai-nilai Pancasila, serta metode pembelajaran berbasis karakter. Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pembina jiwa dan pembentuk watak peserta didik. Oleh karena itu, penguatan kapasitas guru menjadi salah satu fokus utama dalam menjamin kualitas pendidikan yang diberikan.
Ketua Pelaksana Harian Yayasan, Dr. Sutrisno Muslimin, M.Si, menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk keseriusan Yayasan dalam membentuk ekosistem pendidikan yang utuh, terarah, dan berdampak jangka panjang. “Kami sangat menyadari bahwa guru adalah ujung tombak pendidikan. Oleh karena itu, melalui pelatihan bersama Lemhannas, kami berharap para guru kami tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai, integritas, dan wawasan kebangsaan,” ujarnya.
Menjawab Tantangan Zaman dengan Pendidikan Bernilai
Dalam forum yang berlangsung hampir dua jam tersebut, berbagai masukan konstruktif juga disampaikan, baik dari pengurus yayasan maupun dari jajaran pimpinan Lemhannas RI. Diskusi berfokus pada bagaimana menjawab tantangan zaman — seperti disrupsi teknologi, krisis identitas generasi muda, hingga melemahnya nilai kebangsaan — dengan pendekatan pendidikan yang progresif namun tetap berakar pada budaya dan nilai luhur bangsa.
Ketua Pengurus Yayasan, Ir. Anna Rosita Subagdja, menegaskan bahwa pendirian Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur adalah bagian dari visi besar Yayasan untuk terus memperluas akses terhadap pendidikan yang berkualitas dan berkarakter. “Kami tidak sekadar membangun gedung sekolah, tetapi kami membangun peradaban. Kami ingin setiap anak yang belajar di Bakti Mulya 400 tumbuh menjadi insan yang utuh: cerdas pikirannya, mulia akhlaknya, dan kuat cintanya pada negeri ini,” ujar beliau.
Pendidikan sebagai Jalan Perubahan
Audiensi diakhiri dengan harapan besar bahwa kolaborasi antara Yayasan Bakti Mulya 400 dan Lemhannas RI tidak hanya berhenti pada satu acara, tetapi terus berlanjut dalam berbagai program pendidikan jangka panjang, baik dalam bentuk pelatihan, pengabdian masyarakat, maupun pembinaan generasi muda Indonesia.
Kehadiran Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana lembaga pendidikan dapat menjadi agen perubahan yang menyinari masa depan bangsa. Grand launching pada 24 Mei 2025 nanti tidak hanya akan menjadi peresmian fisik, tetapi juga penanda dimulainya sebuah perjalanan pengabdian baru dalam dunia pendidikan Indonesia.
Jakarta – Dalam suasana Idulfitri 1446 H, Sekolah Bakti Mulya (BM) 400 bersama dengan Forum Komunikasi Orang Tua Murid (FKOM) menyelenggarakan halalbihalal di Auditorium Ki Hajar Dewantara, SMP BM 400 pada Senin (14/04/25). Acara dihadiri oleh Ketua Pengurus Yayasan Bakti Mulya 400, Ir. Anna Rosita Subagdja beserta anggaota dewan pengurus. Hadir pula Ketua Pelaksana Harian, Dr. Sutrisno Muslimin dengan jajaran deputy, kepala divisi, manager, pimpinan seluruh unit, guru, dan karyawan Bakti Mulya 400 Jakarta dan Cibubur.
Selain itu juga dihadiri tamu-tamu kehormatan dari Yayasan Penerus Keluarga 400, Pengurus Masjid Raya Pondok Indah, Yayasan Pondok Mulya dan Yayasan Muslim Bumi Serpong Damai.
Acara dibuka dengan penampilan Pantalona Band SMA BM 400 berlanjut salawat menakjubkan oleh Freya Mikhayla siswa TK dan lantunan lagu religi Putu Naura, siswa SMA BM 400.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan Al Qur’an oleh ustadz Ahmad Dasuki dengan sari tilawah Nova Citra Anggraeni. Selanjutnya lantunan doa dipimpin ustadz Muhammad Faris Ramadhan.
Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pengurus YBKSP BM 400, Ibu Ir. Anna Rosita Subagdja menyampaikan bahwa Idulfitri adalah momen suci untuk kembali kepada fitrah, kembali kepada kejernihan nurani dan kesucian jiwa. Sedangkan halalbihalal adalah jembatan untuk mempererat silaturahmi, menyambung kembali benang-benang kebersamaan yang mungkin sempat terputus.
Lebih lanjut Ibu Ir. Anna Rosita Subagdja berharap: “Dalam bingkai silaturahmi ini, mari kita saling membuka pintu maaf dan membangun kembali ruang hati yang lebih lapang — karena kita semua hadir dalam satu barisan perjuangan, satu cita-cita luhur: menghadirkan pendidikan yang bermutu, berkarakter, dan penuh kasih”.
Dalam kesempatan tersebut Ketua Pelaksana Harian, Dr. Sutrisno Muslimin menyampaikan bahwa salah satu hikmah Ramadan adalah bulan untuk menempa umat Islam untuk menjadi orang yang hebat dengan derajat yang lebih tinggi.
Selain memberikan sambutan, Sutrisno Muslimin juga memberikan hadiah kepada para guru yang telah menghatamkan Al Qur’an selama Ramadan. Mereka yang mendapatkan pengargaan tersebut dari unit TK, hatam 3 kali (1 orang), hatam 2 kali (2 orang). Sementara dari unit SD, hatam 5 kali (2 orang), 4 kali (1 orang), 3 kali (3 orang). Sedangkan dari unit SMP, hatam 2 kali (3 orang) dan dari unit SMA, hatam 4 kali (1 orang) dan 3 kali (3 orang).
Pada acara inti halalbihalal tersebut juga tampil seorang da’i, presenter, dan aktor Indonesia, Muhammad Nur Maulana, atau yang dikenal lebih akrab Ustadz Maulana.
Pada bagian awal ceramahnya, ustadz Maulana menguraikan makna Syawal yang secara harfiah berarti meningkat. Karena itu diharapkan di bulan Syawal ini, umat muslim dapat meningkatkan kualitas ibadah seperti yang telah dijalankan pada bulan Ramadan.
Salah satu bagian inti ceramahnya, ustatadz Maulana menyampaikan untuk mempertahankan kesucian hati yang didapatkan selama bulan Ramadan ada lima amalan. Pertama, membaca Al Qur’an sebagai amalan yang menyertai shalat lima waktu. Kedua, salat malam yang dilakukan seperti bilangan salat tarawih, sehingga bisa berurutan mulai salat tasbih, tahajjud, hajat dan ditutup witir. Ketiga, perbanyak dzikir dengan membaca basmalah 100 kali, istigfar 100 kali, kalimat tauhid 100 kali, salawat 100 kali dan tasbih 100 kali. Keempat, puasa sunnah berupa 6 hari di bulan Syawal, puasa Senin dan Kamis, puasa Ayyamul Bidh (puasa tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah), puasa Daud (berpuasa sehari dan berbuka sehari, atau secara bergantian) dan puasa Idris (berpuasa setiap hari sepanjang tahun, kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa seperti Idul Fitri dan Idul Adha). Kelima, berkumpul dengan komunitas orang saleh, orang yang positif.
Selain ceramah keagamaan, acara halalbihalal juga diselingi dengan lantunan salawat dan lagu-lagu religi yang dibawakan oleh Dea Mirella, dikenal sebagai penyanyi dan mantan personel grup vokal Warna.
Pada akhir acara, seluruh peserta acara turut bersalaman satu sama lain dalam suasana penuh keikhlasan, sebagai wujud saling memaafkan di momen Idulfitri. Kehangatan dan nuansa kekeluargaan begitu kental terasa, mencerminkan eratnya tali silaturahmi dalam keluarga besar Sekolah Bakti Mulya 400.
Jakarta – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan serta memberikan edukasi bagi orang tua serta anak-anak, Bakti Mulya 400 International School Cibubur bekerja sama dengan Eka Hospital Cibubur menggelar acara “Semarak Ramadhan”. Acara ini menghadirkan dua agenda utama, yaitu lomba story telling dan health talk bertema “Pentingnya Memahami Mental dan Kesiapan Anak Bersekolah”. Acara tersebut digelar di Living World Kota Wisata Cibubur, diikuti oleh siswa, orang tua dan masyarakat di Cibubur pada Sabtu (8/3/2025).
Dalam sesi health talk, hadir dua narasumber ahli yang berbagi wawasan mengenai pentingnya kesiapan mental anak dalam menempuh pendidikan. Mereka adalah Siti Sa’diah Syam, M.Psi., Psikolog – Psikolog Klinis Eka Hospital Cibubur dan Hana Triana, M.Pd., M.Ed. – Principal Bakti Mulya 400 International School Cibubur, PYP Programme.
Menurut Siti Sa’diah Syam, M.Psi., Psikolog, kesiapan mental anak sebelum bersekolah tidak bisa diukur secara instan. Ia menekankan bahwa observasi minimal dua jam sangat diperlukan untuk memahami secara keseluruhan mood serta pola perilaku anak dalam berbagai situasi. “Anak memiliki dinamika emosi yang tidak bisa diukur hanya dalam beberapa menit saja. Dengan observasi yang cukup, kita bisa mengetahui bagaimana mereka merespons lingkungan baru, berinteraksi dengan teman, serta mengatasi tantangan kecil yang muncul,” jelasnya.
Sementara itu, Hana Triana, M.Pd., M.Ed. menambahkan bahwa kesiapan mental anak sangat erat kaitannya dengan keberhasilan akademik mereka. Anak yang belum siap secara emosional cenderung mengalami kesulitan beradaptasi, yang bisa berdampak pada perkembangan akademik dan sosialnya di sekolah. “Jika seorang anak dipaksa bersekolah sebelum siap, ia mungkin akan merasa stres, kehilangan minat belajar, bahkan mengalami kecemasan berlebihan. Di sinilah peran orang tua dan sekolah sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan mental anak,” ujarnya.
Lebih lanjut, diskusi ini juga membahas bagaimana peran orang tua dalam mempersiapkan anak mereka. Faktor lingkungan, baik dari keluarga, teman, maupun sekolah, memiliki pengaruh besar dalam membentuk kesiapan mental anak. Guru juga memegang peranan penting dalam membimbing anak agar merasa nyaman dan percaya diri saat menjalani hari-hari pertamanya di sekolah. Selain itu, terdapat berbagai cara untuk mengatasi kecemasan anak saat pertama kali masuk sekolah, seperti membangun rutinitas yang konsisten, memberikan pengalaman bermain di lingkungan sekolah sebelumnya, serta memastikan anak memiliki cukup waktu untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut.
Selain health talk, acara ini juga dimeriahkan dengan lomba story telling, yang memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan berbicara, serta rasa percaya diri. Dengan total hadiah lebih dari 1 juta rupiah, kompetisi ini diharapkan dapat menjadi ajang inspiratif bagi para peserta.
Pada acara tersebut dimeriahkan pula story telling siswa berprestasi dari SMP Bakti Mulya 400 Jakarta yaitu Azzahra Valazkia, Alina Ayudewi dan Arretha Anditawarman. Mereka merupakan siswa juara Lomba English Presentation Tingkat DKI Jakarta dan Peraih Medali Perunggu Olimpiade Internasional Bidang Biologi di Korea Selatan.
Dengan keberhasilan siswa-siswi ini, Bakti Mulya 400 International School semakin membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi unggul yang siap bersaing di tingkat global.
Jakarta. Sekolah Bakti Mulya (BM) 400 Cibubur sedang menerima siswa baru untuk tahun pelajaran 2025/2026. Siswa yang diterima meliputi seluruh jenjang dari pra TK hingga SMA, termasuk didalamnya menerima siswa pindahan dari sekolah dalam negeri dan luar negeri. Demikian disampaikan Nur El Ikhsan, BBM. MAMS, MBA, selaku Head of Marketing Sekolah BM 400 Cibubur kepada Milenianews (26/2/25). “Sampai saat ini kami telah menerima banyak siswa pindahan, termasuk enam siswa dari Australia dan New Zealand yang akan segera bergabung. Mereka berasal dari Wellington, Victoria, dan Mawson”, tandasnya.
Orang tua dari siswa pindahan ini memilih BM400 karena percaya pada penerapan bahasa Inggris dalam keseharian pembelajaran. Dengan demikian, mereka mendapatkan kepastian bahwa anak-anak dapat beradaptasi dengan mudah tanpa mengalami kendala bahasa atau budaya.
Selain pindahan dari luar negeri, lanjut Nur El Ikhsan, BM 400 Cibubur juga menerima siswa pindahan dari sekolah-sekolah di wilayah Cibubur, bahkan juga dari beberapa kota seperti Bandung, Palembang dan Surabaya. Mereka tertarik masuk ke Sekolah BM 400 Cibubur untuk mendapatkan pendidikan dengan orientasi global untuk memastikan anak-anak Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional.
‘Saat ini kami menerima siswa pindahan (transfer students) untuk Primary Years Program (PYP) mulai kelas 2 hingga kelas 5 SD”, kata Nur El Ikhsan.
Dengan melihat animo masyarakat yang begitu besar kepada Sekolah BM 400 Cibubur, Hadi Suwarno, M.Pd., Deputy Ketua Pelaksana Harian (KPH) Yayasan Bakti Mulya 400 berkomitmen menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang berorientasi global, termasuk kurikulum International Baccalaureate (IB) dan lingkungan belajar yang mendukung penggunaan bahasa Inggris. Fasilitas modern dan pendekatan pembelajaran inovatif dirancang untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 pada siswa, seperti berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan berkomunikasi lintas budaya. “Siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan akademis berkualitas, tetapi juga pengalaman belajar yang mempersiapkan mereka untuk menjadi pemimpin masa depan yang kompeten dan berintegritas”, tandas Hadi Suwarno.
Jakarta–Sekolah Bakti Mulya (BM) 400 melaksanakan “Kick Off 2025: Melangkah Bersama Menuju Impian”. Acara ini bertujuan untuk mengukuhkan komitmen guna terus berinovasi dan mencapai target pendidikan yang lebih baik. Acara dilaksanakan di Auditorium Ki Hajar Dewantara, SMP Bakti Mulya 400 pada Kamis, 19 Desember 2024.
Acara ini dihadiri oleh dua tokoh penting yaitu Hamdan Zoelva, Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia periode 2013–2015 dan Sudirman Said, tokoh pendidikan nasional. Acara juga dihadiri oleh Ketua Pelaksana Harian YBKSP BM 400 beserta jajaran, kepala sekolah seluruh unit beserta jajaran, dan seluruh dewan guru serta karyawan.
Kegiatan diawali dengan prosesi khidmat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars BM 400. Selanjutnya, demi kelancaran acara, dilakukan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustaz Abdusshomad. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Dr. H. Sutrisno Muslimin M.Si.
Bapak Sutrisno mengulas perjalanan inovasi BM 400 sejak 2019 hingga 2024, termasuk pencapaian besar di tahun kelimanya memimpin. Ia menegaskan bahwa BM 400 terus bertransformasi menjadi sekolah yang lebih baik. Semolah BM 400 juga mempersiapkan strategi jangka panjang demi menciptakan masa depan yang lebih cerah.
Salah satu pencapaian besar tahun ini adalah keberhasilan pembangunan sekolah baru di kawasan Cibubur yang telah mencapai tahap topping off. “Tidak hanya di Cibubur, nantinya setiap lima tahun kita akan membangun sekolah BM 400 yang baru!” seru Bapak Sutrisno yang disambut riuh tepuk tangan seluruh hadirin.
Selain itu, Beliau juga menyampaikan beberapa target yang diharapkan dapat tercapai pada tahun 2025. Target tersebut yaitu pertumbuhan jumlah siswa, peningkatan pendapatan institusi, serta pencapaian akademik lulusan yang lebih tinggi. Harapannya, 70% dari BM 400 dapat siswa diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Luar Negeri (PTLN).
Sebagai bentuk simbolisasi semangat baru untuk mencapai segala target di tahun 2025, acara dilanjutkan dengan dengan prosesi penekanan tombol.
Acara berikutnya adalah diskusi panel oleh tokoh nasional yang telah hadir dalam acara Kick Off Meeting ini. Paparan pertama disampaikan oleh Hamdan Zoelva, Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia periode 2013–2015. Dalam diskusi tersebut, Hamdan Zoelva menekankan pentingnya pendidikan sebagai instrumen pembentukan karakter dan moralitas.
Beliau menguraikan bagaimana sejarah pendidikan di Indonesia pada masa penjajahan Belanda lebih diarahkan untuk mencetak pekerja loyal kepada pemerintah kolonial daripada menciptakan pemimpin yang visioner. Mengutip pemikiran H.O.S. Cokroaminoto dalam Muslim National Onderwijs, Hamdan menyampaikan bahwa pendidikan harus menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual, di samping kecerdasan intelektual.
Dalam paparannya, Hamdan juga menegaskan bahwa integritas, etika, dan keadaban adalah nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi bagi generasi muda untuk menghadapi masa depan. Ketiga nilai ini, menurutnya, tidak hanya menjadi penopang kemajuan bangsa, tetapi juga landasan bagi terbentuknya masyarakat yang beradab dan bermartabat. Pesan ini memberikan arah yang kuat bagi civitas akademika BM 400 untuk terus membangun generasi penerus bangsa dengan integritas dan karakter unggul.
Melengkapi pesan tersebut, Bapak Sudirman Said, tokoh pendidikan nasional, menegaskan bahwa pendidik adalah pemimpin yang harus memiliki integritas, kesantunan, dan karakter kuat. Ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai pembentuk peradaban bangsa yang bermartabat dan menyoroti peran guru sebagai long-life learners yang mampu menghadapi tantangan besar bangsa, seperti korupsi, kesenjangan ekonomi, dan tekanan global.
Acara ini juga menjadi momentum strategis dengan penandatanganan MoU antara BM 400 dan Institut Harkat Negeri. Kerjasama ini bertujuan untuk membangun kredibilitas institusi melalui penguatan integritas, kompetensi, dan jaringan yang lebih luas. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh dewan guru. Berbagai pengetahuan baru dan penuh makna dari tokoh-tokoh nasional yang telah hadir memberikan banyak sekali ilmu untuk guru sekolah BM 400.
Sejarah panjang perjalanan peradaban manusia selalu erat kaitannya dengan integritas, etika, dan keadaban. Ketiga nilai luhur ini tidak hanya menjadi penopang kemajuan sebuah bangsa, tetapi juga menjadi fondasi bagi terbentuknya masyarakat yang beradab dan bermartabat. Hal inilah yang ditekankan oleh Hamdan Zoelva, Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia periode 2013–2015, dalam diskusi panel bertajuk “Preparing Future Leaders with Value and Integrity” yang diadakan di auditorium Sekolah Bakti Mulya (BM) 400 pada Kamis, 19 Desember 2024.
Dalam kesempatan tersebut, Hamdan Zoelva menyampaikan gagasan-gagasan pentingnya terkait pendidikan, kepemimpinan, dan penguatan nilai-nilai luhur sebagai bekal generasi muda menuju masa depan.
Dalam paparannya, Hamdan Zoelva menyampaikan bahwa pendidikan sejatinya merupakan instrumen pembentukan karakter dan moralitas. Ia menguraikan sejarah pendidikan di Indonesia, yang pada masa penjajahan Belanda lebih banyak digunakan sebagai alat kolonialisme. “Pada masa itu, pendidikan dirancang untuk mencetak pekerja yang loyal kepada pemerintah kolonial, bukan untuk membangun kesadaran kritis atau menciptakan pemimpin yang visioner,” ujarnya.
Mengutip pemikiran H.O.S. Cokroaminoto dalam “Muslim National Onderwijs”, Hamdan Zoelva menegaskan pentingnya pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual. Ia merinci empat hal utama yang harus menjadi pilar pendidikan, yakni:
Pertama: Menanam benih kemerdekaan dan demokrasi. Pendidikan harus membangun kesadaran akan nilai-nilai kebebasan dan tanggung jawab sebagai warga negara yang demokratis.
Kedua: Menanam benih keberanian yang luhur. Keberanian ini harus didasari oleh keikhlasan hati, kesetiaan, dan kecintaan kepada kebenaran.
Ketiga: Menanam benih kehalusan jiwa dan keutamaan budi. Pendidikan harus mampu melahirkan individu yang beradab, memiliki kesopanan, dan menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
Keempat: Menanam benih kehidupan yang saleh dan sederhana. Nilai-nilai ini menjadi bekal untuk menciptakan manusia yang tidak hanya sukses secara material, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Hamdan Zoelva juga menyoroti pentingnya etika dan moralitas dalam bidang hukum. Ia mengingatkan bahwa ilmu hukum yang hanya berlandaskan logika dan struktur tanpa memperhatikan etika dan moral dapat melahirkan produk hukum yang tidak adil dan mudah diperjualbelikan. “Hukum bukan sekadar aturan, tetapi juga harus menjadi penegak keadilan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya.
Sumber Kesuksesan
Lebih jauh, Hamdan Zoelva menguraikan dua sumber utama kesuksesan yang harus ditanamkan kepada peserta didik, yakni sumber yang berasal dari dalam diri sendiri dan yang berasal dari interaksi dengan orang lain.
Hamdan Zoelva menekankan bahwa kesuksesan sejati harus dimulai dari kemampuan individu untuk mengembangkan potensi dirinya. Beberapa elemen penting yang ia soroti meliputi hard skill (kemampuan akademik atau keahlian profesional), soft skill (kemampuan interpersonal, seperti komunikasi), belajar dari literatur dan pengalaman, loyalitas dan kerja keras.
Di sisi lain, Hamdan Zoelva menggarisbawahi pentingnya interaksi dengan sesama dalam perjalanan menuju kesuksesan. Ia menjelaskan berhubungan dengan orang lain dan membangun jejaring sosial adalah bagian penting dari proses belajar. Selain itu pengalaman dalam organisasi mengajarkan banyak hal, mulai dari manajemen waktu hingga kemampuan berkolaborasi.
Hamdan juga menekankan bahwa integritas, etika, dan sikap yang baik adalah perekat utama dalam membangun kolaborasi dan harmonisasi di tengah masyarakat yang semakin kompleks.
Cibubur, 14 Desember 2024 – Sekolah Bakti Mulya (BM) 400 Cibubur menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang unggul dalam bidang akademik juga memiliki kecerdasan emosional dan sosial yang kuat. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Talk Show bertema “Nurturing Social-Emotional Learning for Holistic Growth” yang dipandu oleh Hana Triana, M.Pd. M.Ed., Primary Pricipal Sekolah BM 400 Cibubur (Sabtu, 14/12/2024).
Acara ini menghadirkan tiga pembicara inspiratif yang berbagi wawasan dan pengalaman mereka terkait pentingnya pengembangan kecerdasan sosial-emosional (Social-Emotional Learning/SEL) dalam mendukung pertumbuhan holistik anak.
Pembicara pertama, Redha Bhawika Putra, seorang alumni Sekolah Bakti Mulya 400 yang kini sukses sebagai pemimpin muda, membawakan topik “Empathy and Leadership: A Foundation for Success”. Dalam sesinya, Redha menekankan bahwa empati adalah kunci untuk memahami orang lain dan membangun hubungan yang kuat, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional.
“Empati bukan hanya kemampuan untuk merasakan apa yang dirasakan orang lain, tetapi juga sebuah keterampilan yang memungkinkan kita memimpin dengan hati. Saya percaya bahwa kepemimpinan yang berlandaskan empati adalah fondasi dari kesuksesan yang berkelanjutan,” ungkap Redha.
Pembicara kedua, Verti Tri Wahyuni, seorang mom influencer yang dikenal dengan konten edukatifnya tentang pengasuhan modern, mengangkat topik “Social-Emotional Learning: The Cornerstone of Modern Parenting”. Verti menyoroti bahwa pembelajaran sosial-emosional bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga harus menjadi bagian integral dari pengasuhan di rumah.
Dalam paparannya, Verti menekankan bahwa kemampuan sosial-emosional seperti pengelolaan emosi, empati, dan kemampuan berkomunikasi harus ditanamkan sejak dini untuk membentuk anak-anak yang tangguh dan mampu menghadapi tantangan di masa depan.
“Sebagai orang tua, kita harus menjadi teladan dalam mengelola emosi kita sendiri. Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat. Dengan mengintegrasikan SEL ke dalam pola asuh sehari-hari, kita dapat membantu anak-anak menjadi individu yang percaya diri, peduli, dan penuh tanggung jawab,” kata Verti.
Pembicara ketiga, Elias Yazwania Azhar, seorang orang tua siswa Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur, membagikan perspektifnya melalui topik “Collaborating for a Child’s Holistic Growth: A Parent’s Perspective”. Dalam sesinya, Elias menyoroti pentingnya komunikasi yang efektif antara orang tua dan guru, serta bagaimana dukungan lingkungan rumah dan sekolah dapat menciptakan keseimbangan yang ideal untuk perkembangan anak.
“Kami, sebagai orang tua, adalah mitra utama sekolah dalam membimbing anak-anak. Dengan kerjasama yang erat, kita dapat membantu anak-anak tidak hanya sukses secara akademik tetapi juga berkembang sebagai individu yang memiliki karakter kuat,” ujar Elias.
Antusiasme Peserta Talk show ini mendapat sambutan hangat dari para peserta yang terdiri dari orang tua siswa, guru, dan masyarakat umum. Dalam sesi tanya jawab, para peserta antusias mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait tantangan yang mereka hadapi dalam mendidik anak-anak di era modern ini.
Dengan adanya acara seperti ini, Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur berharap dapat terus menjadi pelopor dalam mengintegrasikan social-emotional learningke dalam sistem pendidikan dan pola asuh. Talk show ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah untuk menciptakan komunitas yang peduli, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.
“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program edukatif yang mendukung pertumbuhan siswa secara holistik. Social-emotional learning adalah salah satu kunci untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki empati dan kemampuan sosial yang tinggi,” tutup Hana Triana.
Dengan suksesnya acara ini, Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur terus menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan unggulan yang mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global tanpa melupakan pentingnya nilai-nilai lokal dan sosial-emosional.
Bakti Mulya 400 Cibubur is a Candidate School for the Primary Years Programme (PYP). This school is pursuing authorization as an IB World School. These are schools that share a common philosophy—a commitment to high quality, challenging, international education that we believes is important for our students.
*Only schools authorized by the IB Organization can offer any of its four academic programmes: the Primary Years Programme (PYP), the Middle Years Programme (MYP), the Diploma Programme (DP), or the Career-related Programme (CP).
Candidate status gives no guarantee that authorization will be granted.
For further information about the IB and its programmes visit http://www.ibo.org